 |
| Menteri Keuangan Sri Mulyani - FOTO: JawaPos |
JARILANGIT.COM - Utang Indonesia menembus Rp 4.418,3 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun buka suara mengenai hal tersebut. Dirinya mengaku jika utang Indonesia meningkat. Namun, angkanya masih dalam batas wajar jika mengacu pada ketentuan perundang-undangan. Utang rasio terhadap PDB maksimal 60 persen.
“Bandingkan dengan negara-negara lain, apakah itu mengkhawatirkan? Coba saja dibandingkan. Debt to GDP ratio, setahu saya, 30 persen itu tidak tinggi,” ujarnya, dilansir JawPos.
Meski begitu, Sri Mulyani menegaskan bahwa utang yang diambil pemerintah dilakukan dengan sangat hati-hati, bertanggung jawab, dan transparan.
“Bukan ujug-ujug, tidak ugal-ugalan,” imbuhnya.
Hal itu kemudian tecermin dari angka defisit anggaran Rp 259,9 triliun atau 1,76 persen. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan target APBN 2018 sebesar Rp 325,9 triliun atau 2,19 persen.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur tetap terjaga, pendidikan bisa dibiayai, kemiskinan bisa turun, kesempatan kerja tercipta, dan masyarakat miskin dilindungi. Pertumbuhan ekonomi pun, menurut dia, masih positif.
“Di negara lain, defisitnya harus dinaikkan supaya ekonominya bisa tumbuh tinggi. Kita tidak harus menambah defisit, tapi ekonomi tetap terjaga di atas 5 persen,” paparnya.
Imbasnya, kata dia, Indonesia dapat investment grade dan outlook-nya tetap stabil. Defisit anggaran Indonesia memang sedang mengarah pada tren yang terus mengecil.
Secara berturut-turut sejak 2012-2018, defisit anggaran tercatat 1,86 persen; 2,33 persen; 2,59 persen; 2,49 persen; 2,51 persen; dan 1,76 persen.(ren/pojok)